Pendidikan

Kota Surabaya Kekurangan Guru Inklusi, Dispendik Beri Pelatihan Intensif Guru BK dan Guru Kelas

Balai Kota Surabaya

Kota Surabaya Kekurangan Guru Inklusi, Dispendik Beri Pelatihan Intensif Guru BK dan Guru Kelas

Caption: Balai Kota Surabaya

SURABAYA, Jatimtoday.co.id – Kota Surabaya masih kekurangan tenaga guru khususnya guru pendamping khusus (GPK). Guna memenuhi kebutuhan guru inklusi di kota pahlawan. Dinas pendidikan Surabaya memberikan pelatihan intensif kepada guru-guru yang sudah ada di sekolah, terutama guru Bimbingan Konseling (BK) dan guru kelas.

“Kami memberi pelatihan-pelatihan kepada guru-guru yang ada, guru BK seperti itu, guru kelas, gimana caranya mereka menangani anak-anak inklusi,” jelas Sekretaris Dinas Pendidikan Surabaya, Putri Aisyah Mahanani, Jumat (14/11/2025).

Meski sebagian besar siswa inklusi di sekolah negeri berada pada kategori ringan hingga sedang, Putri mengakui bahwa para guru tetap menghadapi tantangan besar dalam memastikan metode pembelajaran yang tepat.

“Insya Allah inklusi yang ada di sekolah-sekolah negeri kan enggak begitu berat ya tingkatannya. Tapi kalau sudah yang berat kami menyarankan untuk di SLB dan lain sebagainya. Tapi ya sebenarnya juga kewalahan, karena guru pendamping khusus itu kan mereka punya keahlian khusus,” tuturnya.

Ia menegaskan, guru umum yang diberi pelatihan tidak memiliki sertifikasi resmi sebagai GPK. Pelatihan ini lebih merupakan langkah darurat untuk memastikan siswa tetap mendapatkan pendampingan sementara.

“Mereka yang dapat pelatihan itu tidak dapat sertifikasi guru inklusi. Hanya pelatihan saja terkait gimana penanganan menghadapi siswa inklusi,” katanya.

Putri juga mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga pengajar di Surabaya semakin mendesak akibat jumlah guru yang pensiun cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Data kami, yang pensiun kurang lebih ada 1.700-an dalam beberapa tahun terakhir,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat distribusi tenaga guru semakin terbatas, termasuk untuk penanganan siswa inklusi. Karenanya, Pemkot Surabaya berharap pemerintah pusat memberikan kuota formasi GPK dalam seleksi ASN tahun mendatang.

“Ini juga harapan kami nanti diberi kuota untuk guru siswa inklusi,” tambah Putri.

Dinas Pendidikan menegaskan bahwa mereka telah terus mengajukan kebutuhan GPK kepada pemerintah pusat. Putri menilai, kehadiran GPK sangat penting untuk memberikan pendampingan profesional kepada siswa berkebutuhan khusus dan memastikan proses belajar mengajar di kelas tetap kondusif.

“Guru pendamping khusus itu punya keahlian khusus memang, sehingga kami berharap segera diberi kuota,” ujarnya.

Pemkot juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi guru agar kebutuhan pendidikan inklusi dapat terpenuhi sembari menunggu alokasi formasi resmi.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button